JILBAB pashmina ima scraf
Kudus merupakan kabupaten terkecil di Jawa Tengah dengan luas wilayah mencapai 42.516 Ha yang terbagi dalam 9 kecamatan. Kudus merupakan daerah industri dan perdagangan, dimana sektor ini mampu menyerap banyak tenaga kerja dan memberikan kontribusi yang besar terhadap PDRB. Jiwa dan semangat wirausaha masyarakat diakui ulet, semboyan jigang (ngaji dagang) yang dimiliki masyarakat mengungkapkan karakter dimana disamping menjalankan usaha ekonomi juga mengutamakan mencari ilmu. Dilihat dari peluang investasi bidang pariwisata, di Kabupaten Kudus terdapat beberapa potensi yang bisa dikembangkan baik itu wisata alam, wisata budaya maupun wisata religi. Bidang agrobisnis juga ikut memberikan citra pertanian Kudus. Jeruk Pamelo dan Duku Sumber merupakan buah lokal yang tidak mau kalah bersaing dengan daerah lain. Dalam hal seni dan budaya, Kudus mempunyai ciri khas yang membedakan Kudus dengan daerah lain. Diantaranya adalah seni arsitektur rumah adat Kudus, kekhasan produk konveksi baju dan JILBAB Kudus.
Konveksi Jilbab wanita, Industri Kreatif Yang Semakin Bersinar dan Industri kreatif memang banyak ragamnya dari yang berbentuk online maupun of line. Salah satu yang pernah kita amati adalah industri kerajinan atau koneveksi jilbab wanita. Industri yang banyak di kerjakan para kaum wanita ini ternyata beromzet puluhan juta rupiah per bulan. Bahkan banyak pelaku bisnis ini bisa makmur dan juga bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga.Kota Kudus selain terkenal sebagi kota Kretek yang mana banyak sekali industri skala besar di bidang tembakau, sebut saja PT Djarum ,PR Nojorono dan masih banyak lagi yang kurang lebih tercatat 2000 perusahaan besar maupun kecil, bisa dibayangkan berapa pendapatan asli dari dari sektor cukai tembakau  . Selain itu pergerakan ekonomi yang sangat dinamis membuat ekonomi kota terkecil kedua di Jateng setelah Salatiga ini termasuk kota ramai.Selain kota Kretek , juga berdiri kokoh perusahaan elektronik terkemuka Hartono Istana tekonologi atau lebih dikenal masyarakat sebagai Polytron. Dan yang tak kalah fantastis adalah industri rumahan baik berskala kecil maupun mikro tumbuh pesat disini.

 Koveksi Jilbab dan konveksi pakaian adalah contoh konkrit diversifikasi industri di kota Kudus.Bahkan industri mampu memasok kebutuhan pakaian  jadi pakaian dan tas ke seluruh Nusantara dan ada sebagian yang di ekspor ke luar negeri.  Dan konveksi jilbab wanita tampaknya booming untuk saat ini. Walaupun kebanyakan dikerjakan para kaum wanita, nyatanya tangan tangan terampil mereka bisa menghasilkan produk berkualitas.

Lihat saja Jilbab pashmina ima scraf yang ada dibawah ini yang menyusur di segmen bawah.



Dengan hanya Rp 40.000 per biji Jilbab remaja wanita ini bisa di bawa pulang dengan catatan harga segitu untuk Glosir (pengambilan minimal 1 lusin) Memang setip kota mempunyai potensi yang bisa kita kembangkan untuk diajdikan sebagai komoditas unggulan , apalagi sudah terbukti kalau industri kreatif skala kecil dan mikro mampu bertahan di situasi ekonomi bahkan ketika krisi keuangan dunia.Dan saatnya kita  menyambut ekonomi Asean dan Gobal yang akan segera kita lalui, dengan kualitas dan harga yang bersaing bukan hal mudah produk kita mendominasi pasar global.

Minat hubungi
No : 085712403466
PIN BBM : 5A730AE9

0 komentar:

Posting Komentar